29.3.13

Membudayakan kebaikan

Sering saat kita mendengar istilah luar negeri, terutama negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Prancis, Belanda, atau bahkan Singapura, yang pertama terlintas dalam benak adalah kemajuan teknologi, kemajuan gaya hidup, segalanya serba otomatis, peran manusia dikurangi menjadi sesedikit mungkin, dan lain sebagainya. 

Saya tidak menyalahkan pendapat tersebut, karena mungkin sebagian besar pendapat tersebut benar, hanya saja menurut saya ada satu hal yang lebih perlu dicermati, dan dilaksanakan, untuk menjadi negara yang maju atau setidaknya menjadi negara yang mau maju, yaitu kebiasaan untuk berbuat baik. Ini saya rasakan sendiri dan saya jadi bingung sendiri, bukannya katanya budaya ramah itu budayanya orang timur dan sebaliknya, orang barat dikenal dengan individualismenya? 

Ada beberapa hal yang menurut saya pantas untuk dicermati: 

Mengucapkan terima kasih
Sesuatu yang mudah, tapi akan terasa sangat menyejukkan bagi yang menerimanya. Mulai dari hal-hal kecil, misalnya petugas kereta api setelah memeriksa tiket mengucapkan terima kasih, orang dikasih lewat jalan duluan juga mengucapkan terima kasih, atau bahkan orang diberikan pesanan makanan juga mengucapkan terima kasih ke pelayannya, meskipun itu memang tugas si pelayannya. Betapa indahnya jika kita membiasakan mengucapkan terima kasih ke orang lain.

Menahankan pintu otomatis
Pintu otomatis yang saya maksud adalah pintu-pintu yang setelah terbuka langsung otomatis tertutup lagi, seperti pintu yang menggunakan per/pegas ataupun pintu lift. Untuk yang kedua mungkin si orang yang mau masuk lift bisa menekan tombol duluan supaya pintunya tidak tertutup, pun kalau tertutup efeknya tidak terlalu buruk. Tapi untuk pintu yang setelah dibuka langsung "memantul" menutup kembali, sungguh cukup mengganggu orang berikutnya yang melewati, karena bebannya lebih berat (apalagi jika dia melewati pintu melawan arah pantulan si pintu), alangkah enaknya jika sang pintu sudah ditahankan orang yang lebih dulu lewat, dan pasti lebih indah jika disambung dengan hal yang saya tulis pertama, orang yang ditahankan langsung mengucapkan terima kasih. Indahnya dunia :)

Berjalan di satu sisi atau membuka jalan
Pernah terburu-buru? Bayangkan betapa menjengkelkannya jika kita terburu-buru berjalan menuju bioskop, katakanlah, kemudian masuk mall, sudah ingin berlari saja karena filmnya hampir dimulai, tiba-tiba di depan kita ada 4 orang ngobrol dengan riangnya, ngakak-ngakak, berjalan sangat lambat, dan parahnya, menutup semua area jalan! Kasus yang sama jika kita naik eskalator, dua orang di depan kita berdiri berdampingan, padahal kita terburu-buru. Untuk kasus kedua, di beberapa negara bahkan sudah ada semacam peraturan tidak tertulis, jika naik eskalatornya santai, berdiri, di sisi kiri, jika ingin berjalan di sisi kanan. Kan enak tuh, gak ada yang jadi terlambat nonton bioskop lagi :) 

Ya itu aja sih yang saya ingin tuliskan di sini. Kebiasaan-kebiasaan baik itu juga menentukan seberapa majunya suatu negara, karena kebiasaan pribadi dapat membentuk kebiasaan golongan, kebiasaan golongan dapat membentuk kebiasaan masyarakat, dan kebiasaan masyarakat yang telah 'hidup' cukup lama dapat menjadi kebudayaan masyarakat tersebut. Jadi mari membudayakan kebaikan :)

2 comments:

  1. nice kk..
    membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa..

    ReplyDelete
  2. Untuk budaya terima kasih, saya jadi ingat sebuah pengalaman sederhana waktu di Busway.

    Waktu itu saya bertemu rombongan (3-4 orang) seumuran sma, dari daerah jawa tengah (disimpulkan dari obrolannya). Sampai di satu halte, mereka bingung udah sampai mana, hingga ada yang bilang nama halte tsb. Ternyata halte tsb halte tujuan mereka, langsung rombongan itu bergegas keluar. Walaupun keliatan sedang buru2, begitu sampai pintu busway, mereka masih sempat berhenti, balik badan, bilang terima kasih.

    Kalau poin "terima kasih" benar-benar bisa menjadi alat ukur kemajuan dari suatu penduduk seperti disampaikan tulisan diatas, kota2 di Jawa Tengah (yang budaya makasihnya masih kental) harusnya bisa lebih maju dari Jakarta. :D

    ReplyDelete