15.12.07

Sebuah pemikiran...

Salah satu hal yang paling menyebalkan, bagi saya, ketika ada orang yang online dengan menggunakan YM (atau messenger jenis lainnya) dan memasang status "Sibuk berat, jangan ganggu", "Sibuk banget, ganggu tampol", "Selain urusan yang emang sangat penting, gausah ganggu ganggu", ato semacamnya...

Yah, sebenernya gak salah juga sih, cuma kayanya, kalo emang gak pengen diganggu kenapa mesti "pamer" ke umum ya? Biar eksis ya? Biar seluruh dunia tau bahwa dia lagi sibuk? Hwahahaha... No offense anyone...

Hmmm, jadi bingung sendiri, buat apa si YM nyediain status Busy ya? Hehehe

2.12.07

Pilih-pilih Dosen TA...

Okey, berhubung gak ada ide mau nulisin apa-apa dan karena blog ini udah kosong selama bulan November, saya jadi pengen nulis sesuatu, tentang dosen...

Tenang, saya gak akan ngomongin dosen, saya cuma mau membicarakan tipe-tipe dosen, khususnya dalam hal ini dalam masalah Tugas Akhir, karena emang topik yang satu itu agak-agak sensitif di kalangan anak IF 2004, jadi seru aja kalo diomongin...

Beberapa tipe dosen itu kaya gini (tipe dibawah ini tidak bersifat disjoint, artinya mungkin aja ada dosen yang tergabung dalam 2 tipe):
1. Dosen yang pengen anak didiknya lulus dengan cepat, gak begitu peduli bagaimana hasil TA-nya, hanya jadi "sampah" atau hanya jadi bungkus gorengan... Gak salah, tapi kesan TA-nya jadi kurang berasa, tapi jelas itu bukan masalah besar...

Dosen-dosen bertipe ini biasanya punya banyak ide "cemerlang" untuk memberikan judul ke mahasiswanya... Ia cukup memikirkan satu judul yang mungkin, kemudian ganti sedikit judul, dan jadilah satu topik, ganti dikit lagi, dan satu topik baru, perluas dikit, judul lagi, pokonya andai ada 100 hal yang bisa dibahas di 100 bidang, maka ada 10000 kemungkinan judul...

2. Dosen yang suka riset, kemudian dia saking sibuk/malasnya ngasiin semua hal yang mungkin dia riset ke mahasiswanya... Dosen ini tipikal dosen yang antusiasmenya tinggi dan sangat beruntung... Soalnya nantinya riset ini bisa dia pelajari, jadi TA selain memperluas ilmu si mahasiswa juga ikut memperluas ilmu si dosen...

3. Dosen yang suka bingung ngasi judul apa, jadinya si mahasiswa yang harus berusaha mencari topik yang sesuai untuk dosen yang bersangkutan... Dosen seperti ini biasanya sibuk di luar kampus, alias sulit ditemui...

4. Dosen tipe pemikir cepat... Dosen ini biasanya setelah ditemui mahasiswa, bakal bertanya balik dulu ke mahasiswanya, "Kamu mau TA tentang apa?", setelah si mahasiswa menjawab, si dosen berpikir sejenak, kemudian dia tiba-tiba berkata, "Saya ada ide nih, gimana kalo xxyyzz aja?"

5.1. Dosen super teliti... Intinya, mahasiswa yang bimbingan sama dosen bertipe seperti ini bimbingannya pasti jumlahnya cukup besar, soalnya biasanya dosen tipe ini sangat teliti, setiap keanehan, kesalahan, ketidakmengertian, ketidaktepatan langsung di-"hajar"... Merupakan kebalikan dari 5.2

5.2. Dosen kurang teliti... Dosen yang jarang benar-benar membaca proposal TA dari mahasiswanya, ia kurang memperhatikan struktur kalimat yang disusun mahasiswanya, kurang memperhatikan syarat-syarat sebuah proposal yang benar, dan lain-lain... Merupakan kebalikan dari 5.1

6. Dosen pemerhati kebutuhan... Dosen ini melihat kondisi yang ada pada umumnya, kemudian untuk memperbaiki keadaan, dosen ini memberi usul TA kepada mahasiswa...

7. Dosen yang belum boleh jadi pembimbing 1 TA... Dosen ini masih menunggu SK... (gak penting nih)

Yah, segitu aja deh, untuk semua yang merasa dosennya tergabung dalam salah satu tipe diatas, mohon jangan tersinggung dan berniat ganti dosen pembimbing... Buat dosen yang merasa tergabung di dalam salah satu tipe diatas juga dimohon tidak tersinggung... Ini bukan kritik atau singgungan, hanya analisis...

21.10.07

I Hate Separation*

Iya, bener-bener BENCI sama yang namanya perpisahan... Terutama perpisahan ama orang ataupun orang-orang yang disayangi (untuk jangka waktu yang panjang)...

Kenapa tiba-tiba nulis gini?
Gini, kemaren pas liburan saya kan sempet ke tempat kakak (pertama) saya [sebut saja kk1], mengunjungi kk1, istrinya dan ponakanku yang lucu...

Nah, terus kakak kedua [kk2] yang tempatnya gajauh dari kakak saya juga sempet dateng... Nah sempet juga sih ke tempat kk2 dan istrinya... Terus waktu perpisahan dengan kk2 dan istrinya (di stasiun kereta), gatau kenapa mata saya berair... Pengennya nangis, tapi gamau menjatuhkan harga diri, akhirnya pura-pura melihat ke arah sesuatu-yang-terlihat-"penting" di-mana-gitu, jadi pas saya harus bersalaman ma kk2 dan istrinya, matanya udah kering lagi :), meski sedihnya masih kerasa...

Ternyata, lagi-lagi, perasaan sedih itu muncul pas harus pergi (pulang) dari tempat kk1 dan istrinya, waktu itu saya, adik saya, ma ayah saya yang pulang (kk1 nemenin ampe bandara)... Nah waktu itu, gatau kenapa, lagi-lagi mata berair, akhirnya saya keluar dari tempatnya terakhir, biar gak keliatan kalo mata ini berair... Ternyata, sedihnya (mata berairnya) terus-menerus ampe stasiun kereta, parah banget ya...

Di pesawat, memikirkan hal ini, lagi-lagi nangis...
Di sini, di kamar sendiri, di Bandung, di depan laptop, memikirkan sekaligus menuliskan hal yang sama, nangis lagi...

Jadi cengeng gini... Sedih soalny...

*Separation bener gak sih artinya perpisahan?? Soalnya kalo farewell kesannya bahagia, tapi gatau juga deng, CMIIW :)

18.9.07

...

Hipotesis (hasil dari pengamatan selama bertahun-tahun):

Perempuan yang memakai jilbab, kecantikannya akan berpuluh-puluh kali lipat dibanding dengan saat dia tidak memakai jilbab, terutama jika ia memakai jilbab dengan baik*

Tidak mendiskreditkan mereka yang tidak, tapi dari sana ada satu kesimpulan yang saya tarik, SEMUA WANITA BERJILBAB ADALAH CANTIK, dan saya tidak pernah mengatakan yang sebaliknya...

Entah kenapa jadi nulis gini, soalnya kadang-kadang suka terpesona... Ahahahaha...

*batasan baik adalah suatu hal yang cukup subjektif yang tidak disampaikan oleh penulis disini

4.9.07

Gosip? Hari gini?

Ah, apaan sih... Basi banget gak sih hari gini masih aja bicarain gosip...

Oke oke... Saya gak akan bicarain gosip terhangat di dunia per-IF'04-an kok, lagian orang-orang juga dah pada tau gosipnya yang mana, jadi gak bakalan seru... Mending kita bicarain hal yang lebih serius aja...

Gosip? Apa itu gosip? Salah satu definisi gosip (yang berasal dari kata gossip) menurut situs yang cukup terkemuka berarti a double album recorded by Paul kelly & The Coloured Girls and originally released in 1986, gak penting kan?

Oke-oke... Definisi gosip yang lebih sip jika makin digosok (kan gosip itu makin digosok makin sip) adalah, a report (often malicious) about the behavior of other people... Gitu deh...

Yayayaya, itu semua gak penting sebenernya, cuma pembuka, biar menggebrak gitu deh (menggebrak dari hongkong...). Inti dari yang akan saya bahas adalah sebagai berikut,

a. Gosip, ternyata gosip itu salah satu alasan tidak majunya Indonesia, kenapa? Karena:
1. Dengan gosip, rakyat lupa bekerja, kerjanya hanya bergosip, padahal gak banyak kerja dan uang yang bisa diperoleh dengan bergosip (hanya pembawa acara infotainment aja yang dapet uang), sehingga kapan bangsa ini mau maju?
2. Korupsi juga udah ada loh dari gosip... Buktinya ya gosip itu sendiri... Lihat kembali asal kata gosip yaitu gossip... Korupsi huruf S! Terang-terangan pula... Gak uang, gak huruf semua dikorupsi ma negara ini...

b. Gosip, kenapa gosip bisa begitu asik sih dibicarain?
Karena pada umumnya gosip itu membicarakan sesuatu yang asik-asik aja deh... Gak ada tuh orang-orang normal yang asik bergosip tentang rencana pemerintah dalam bidang moneter yang berkemungkinan menimbulkan fluktuasi mata uang, gak asik yang gitu sih... Batasan asik apa sih? Nah ini adalah sesuatu yang sebenarnya tidak ada, mungkin bisa dibuat Expert System untuk batasan asik... User masukin input area-yang-dibicarakan, terus keluarannya itu persentase keasikan topik... Pakarnya? Orang-orang gaol lah...

Kapan gosip itu gak asik lagi?
1. Saat gosip itu sudah menjadi fakta, alias sudah diketahui kebenarannya (benar/salah)
2. Bagi orang yang gak ikutan ngegosip... Ada 2 tipe orang yang gak ikutan ngegosip:
i. Orang itu emang gak suka ngegosip, mungkin baginya membahas masalah negara lebih krusial dan mungkin lebih merisaukan hatinya, ataupun mungkin masalah kenaikan suku bunga lebih menarik perhatiannya dan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar (bukan tahunya yang besar, tapi rasa ingin tahu-nya yang besar)...
ii. Saat gosip itu tidak menyenangkan baginya... Misal nih, ada gosip tentang hubungan si A dan si B, si C yang pada awalnya senang bergosip, yang menganggap gosip adalah bumbu dalam hidup, yang merasa hidup itu hampa tanpa gosip (udah mulai berlebihan nih), mungkin tidak akan menggosipkan tentang si A dan si B, karena ternyata si C menyukai salah satu dari kedua oknum yang digosipkan, atau kalo kata orang jaman sekarang sih, cemburu
iii. Saat tidur...

Udah ah, gak asik nih postingannya... (baru pake sistem pakar nih...)